Kuliah di Perancis (Memang!) Murah

14 Agu

Sumpah gue shock.

Gue yang ke Perancis ga pake beasiswa, ngga dikirimin uang dari orang tua dan bisa lulus sekolah S2 di sini dari modal kerja sambil kuliah sampe lulus, bener-bener shock setelah belakangan mengetahui bahwa banyak anak-anak Indonesia di sini yang dateng ke Perancis untuk sekolah melalui konsultan pendidikan yang bayarannya hampir setengah milyar!

Dan ketika sampe sini: keleleran. Aduh, maaf ya gue ga nemu bahasa yang tepat. Tapi gitu deh. Ada satu orang di kota gue yang dulu sampe sini belon dapet sekolah. Jadi dia belajar bahasa dulu di kampus gue untuk mendapatkan  sertifikat kemampuan bahasa Perancis (DELF) sebagai SYARAT pertama diterima di kampus publik (universitas negeri) Perancis. Dan itu belum tentu keterima di universitas, karena proses penerimaan di universitas ada seleksinya. Padahal dia kabarnya udah ngabisin ratusan juta untuk bisa sampe ke mari. Lha kok bisa?

Ada lagi cerita di kota lain. Dia juga udah ngeluarin ratusan juta sebagai biaya konsultasi pendidikan ke Perancis, yang katanya dibantuin nyari tempat tinggal, ternyata sampe sini (Perancis) dapet rumahnya di wilayah pinggiran yang nggak aman. Ada lagi malah, yang ngga dapet. Whatt?

Terus, duit ratusan jutanya abis buat apaan aja tuh?

Please, deh. Buat yang mau kuliah di Perancis: KULIAH DI PERANCIS ITU MURAH!

Biaya kuliah di universitas negeri sini (tergantung jurusan) nggak lebih dari 400-an Euro SETAHUN. Hal itu bisa kalian cek langsung di website universitas masing-masing, atau tanyakan langsung via e-mail ke bagian Service Relation International di setiap universitas. Persyaratan pendaftarannya pun bisa ditanyakan disana.

Sebagai contoh, biaya kuliah S2 gue cuma 286 Euro setahun. Itu udah tutup mata, ngga perlu nambahin lagi ini-itu seperti di Indonesia (uang buku, uang gedung, uang pager, lalala… uang biaya graduation day.. halah! FYI, di Perancis ga ada graduation day pake toga dan foto-foto sama Papa Mama! You’re free from segala sanggulan dan kerepotan lainnya). Biaya itu udah termasuk tuition fee, dan segala fasilitas se-abrek lainnya yang menjadi hak mahasiswa seperti perpustakaan, laboratorium, sampe fasilitas kesehatan di kampus gratis (dokter dan psikolog). Kecuali biaya keanggotaan fasilitas olahraga (renang, basket, berkuda, kayak, berlayar, dsb tergantung universitasnya) yang paling cuma beberapa puluh euro.

Biaya hidup di Perancis itu tergantung di kota mana. Kalau pengen di ibukota seperti Paris, ya jelas mahal. Orang Perancis luar Paris aja males tinggal di Paris. Tapi biaya hidup di kota-kota lain relatif lebih murah. Sebagai contoh, gue di La Rochelle. Dengan uang 600-an euro per bulan aja gue udah bisa hidup. Pengeluaran gue tiap bulan antara lain:

  • Sewa apartemen: 380 Euro/bulan, dengan bantuan diskon dari pemerintah Perancis sebesar 175 Euro jadi 205 Euro/bulan.
  • Bayar Listrik (tentatif, tergantung musim apa): Rata-rata 60 Euro/bulan
    Makan (gue masak!): Rata-rata 100 Euro/bulan. Kalau makan di resto kampus (yang memang murah tapi kenyang banget) juga rata-rata segitu deh.
  • Transport: Kalau sering naik bis, 30 Euro/bulan. Tapi seringnya gue jalan kaki atau naik sepeda sih.
  • Laundry: Kalau nyucinya di laundry umum (bukan laundry asrama mahasiswa), kira-kira 30an Euro/bulan. Kalo nyuci sendiri bisa lebih menghemat. Tapi nyuci jeans males juga sih gue.
  • Asuransi kesehatan: 25 Euroan/bulan

Jadi berapa tuh pengeluaran rutin gue? Ya plus jajan-jajan dan entertainment mentokin aja 600 Euro deh. Kaliin aja kurs rupiah.

Hal-hal prinsipil yang pada akhirnya toh kita urusin sendiri di Perancis adalah hal-hal berikut:

Mengurus prosedur pencatatan/pemeriksaan ijin tinggal kita dan mendapatkan kartu ijin tinggal jangka panjang kita (karena bakal sekolah beberapa tahun, kan) menurut peraturan keimigrasian. Biasanya hal ini udah di-guide oleh Campus France, lembaga resmi pemerintah Perancis yang sudah ditunjuk oleh pemerintah Perancis di seluruh dunia untuk ngurusin pembuatan visa pelajar mahasiswa asing.

Mendapatkan logement (tempat tinggal). Sebagai mahasiswa, kita bisa mendaftar untuk mendapatkan tempat di apartemen mahasiswa milik pemerintah yang dikelola oleh lembaga bernama CROUS di setiap ibukota provinsi. Tapi, daftar di apartemen kaya gini harus jauh-jauh hari, karena setiap tahun ajaran baru pasti bakal banyak permintaan. Selain itu CROUS mengutamakan mahasiswa yang dibawah 28 tahun. Soalnya sewanya murah bo. Contoh website CROUS untuk wilayah Poitou-Charente http://www.crous-poitiers.fr/logement/residence-jean-jouzel-la-rochelle/ . Baca aja semua informasinya. Bisa kontak mereka juga kayanya dari situ dan mendaftar jauh-jauh hari sebelum berangkat. Terus gimana yang udah diatas 28? Kalo beruntung dapet tempat, bisa dapet tempat di CROUS. Kalo ngga dapet, siap-siaplah dengan alternatif menyewa apartemen biasa.

Khusus untuk apartemen biasa, ada dua jalur mencari landlord/proprieter. Pertama, mencari apartemen melalui agence immobilier (agen properti) seperti FONCIA, dsb. Google aja dah macem-macem agen properti di kota-kota di Perancis. Hubungi mereka. Tapi biasanya mereka akan meminta guarant atau orang penjamin yang biasanya orang Perancis yang berpenghasilan tetap. Kalau kenal orang Perancis di sana, minta tolong lah pada orang itu. Kalo ngga punya, bisa gunakan bantuan dari CROUS melalui program ‘CLE’, yaitu mendapatkan jaminan dari pemerintah. Infonya coba liat dari website CROUS ini https://www.lokaviz.fr/n/a-qui-s-adresse-la-cle/n:473 .

Kedua, cari proprieter/landlord yang langsung menawarkan tempat tinggal tanpa melalui perantara. Info seperti ini bisa dicari di situs-situs seperti http://www.leboncoin.fr atau situs-situs iklan lainnya. Bisa juga dengan searching di facebook, biasanya ada tuh page FB khusus yang menawarkan sewa tempat tinggal, mencari roommate, menawarkan diri menjadi roommate, dsb. Kalau untuk di La Rochelle, ada page di FB namanya Loc’ Appart’ La Rochelle. Kadang, ada landlord yang minta guarant/penjamin, tapi ada juga yang nggak.

Jangan kuatir, semahal apapun biaya sewa apartemen, semua pelajar yang kuliah di universitas Perancis berhak mendapatkan bantuan diskon dari pemerintah. Lembaga yang ditunjuk adalah CAF (Caisse Allocation Familialle). Besar kecilnya diskon tergantung profil kita, berapa jumlah pendapatan kita, berapa luas apartemen, berapa besar beasiswa kita (kalo anak beasiswa) dsb. Diskon ini diberikan berupa reimburse yang di transfer  langsung ke rekening kita, tapi baru mulai diberikan satu bulan setelah permintaan kita diterima. Ngurus CAF ini juga harus diurus sendiri di kantor CAF di kota setempat. Datang ke sana, tanyakan apa syarat2nya. Lalu balik lagi dengan membawa semua persyaratan yang diminta.

Semua yang tinggal dalam waktu lama di Perancis harus punya akun bank, dan selalu menyimpan nomer akun dan serangkaian nomer identitas bank-nya yang disebut “RIB”. RIB ini adalah hal yang sering ditanyakan jika kita mengurus macam-macam hal seperti CAF tadi, asuransi kesehatan, langganan telpon, internet, langganan kartu bis dan segala hal yang berbau pembayaran.

Mengurus asuransi kesehatan, karena semua orang wajib mempunya asuransi kesehatan. Bagi yang masih dibawah 28 tahun, bisa menggunakan asuransi kesehatan untuk pelajar yang memang murah. Daftar asuransi ini biasanya dilakukan barengan ketika proses registrasi di kampus, beberapa hari sebelum kuliah di mulai. Waktu lagi ngantri registrasi di gedung rektorat, biasanya perusahaan2 asuransi buat pelajar itu udah ‘buka lapak’ alias ada stand nya di situ. Dua perusahaan asuransi buat pelajar yang kayanya udah langganan di seluruh Perancis adalah LMDE dan SMECO. Mau liat layanannya? Website LMDE di sini  dan website SMECO di sini. Ada macem-macem tuh pilihan premi nya. Untuk yang diatas 28 tahun, kita bisa mengajukan asuransi kesehatan gratis dari pemerintah, semacam social security, yang mengcover 70 persen dari biaya kesehatan. Lembaga yang menyediakannya namanya CPAM (Caisse Primaire d’Assurance Maladie). Cari aja kantor CPAM di setiap kota, pasti ada. Websitenya http://www.ameli.fr/index.php

Lalu bagaimana yang 30 persen nya? Daftar aja asuransi swasta untuk pelajar tadi (LMDE atau SMECO) sebagai asuransi tambahan. Nah kalo itu bayar. Perbulannya paling 20-30an Euro tergantung pilihan premi. Tapi lumayan lho, saya udah dua kali operasi gigi geraham bungsu, tambel gigi beberapa kali, dan scaling, di cover semua.

Di setiap kampus rata-rata ada kok pekerjaan untuk mahasiswa. Misalnya jaga di perpus, jadi asisten di resto kampus, dsb. Tawaran kerja paruh waktu itu diumumin di email universitas atau pengumumannya ditempel di tempat2 mahasiswa ngumpul.  Kan lumayan tuh buat nambah uang saku. Atau carilah pekerjaan paruh waktu di luar kampus seperti di restoran. Atau menawarkan jasa pribadi menjadi pengasuh anak, binatang peliharaan, cleaning service, guru bahasa, guru musik, dsb. Kalo udah urusan perut dan dompet, tebelin aja muka dan lupain urat malu.

Kira-kira itu seinget gue, hal-hal yang mau gak mau diurus sendiri di Perancis. Ga ada orang yang bakal bisa disuruh-suruh lho! Jadi, siapkan mental kalau memang ingin kuliah di luar negeri. Jangan lagi ngandelin orang lain, apalagi bayar orang. Ngga ngaruh kalo di sini. Semua orang mengurus sendiri urusan administrasinya. Dan, Perancis memang terkenal seneng ngeribetin diri dengan segala urusan tetek bengek. Hahaha.

Anyway, hubungilah PPI setempat. Kenalan dengan mereka. Jangan lupa sopan santun ya. Siapa tahu mereka bisa membantu ngasih info, ada yang lagi nyari roommate, dsb.

Good luck.

 

 

 

 

 

Jalan terus bang … sampe S3

24 Mei

Ini gile ye, terakhir gue nge-post setelah 5 bulan absen. Sekarang udah 8 bulan sejak postingan terakhir, hihihi. Baru nge-post.

Setelah lulus S2 bulan September tahun lalu, gue masih meneruskan tinggal di Perancis sampe saat ini. Niatnya sih mau cari pekerjaan. Tapi setelah peristiwa duka tahun lalu, ditambah dengan kelelahan fisik dan mental selama menulis tesis, membuat mental gue down. Capeknya ngga ketulungan, sampe ga bisa mikir alias blank.

Bayangin aja setelah perjalanan panjang S2 (terhitung sejak pertamakali gue berjuang untuk bisa sampe ke Perancis loh), lalu sedikit lagi rasanya pintu cahaya hampir terbuka setelah bertemu dengan orang terkasih, tiba-tiba semuanya runtuh tak berbekas karena dia harus menghadap Yang Maha Kuasa secara tiba-tiba.

Jadi, saya memutuskan untuk beristirahat:)

Selama beristirahat itu gue mencoba untuk re-orientasi ulang tujuan hidup gue. Terus terang aja ngga ada motivasi secuil pun untuk mencari pekerjaan. Membuka situs pole emploi atau situs-situs pekerjaan pun ngga ada semangat sama sekali. Gue mencoba untuk menganalisa diri gue sendiri. What’s wrong with me? Is it because his death? Is it because my CV?

Lalu gue menemukan beberapa kesimpulan. Kesimpulan pertama, gue kurang pede untuk terjun ke dunia profesional di Perancis karena bahasa Perancis gue belum advanced. Gue ngga mau tampil tanpa persiapan. Jadilah petit à petit (sedikit-sedikit) gue menambah intensitas interaksi gue dengan bahasa Perancis di kota yang kecil ini. Waktu luang yang lebih banyak gue gunakan untuk hang out bersama teman-teman Perancis. Lumayan, nambah daftar absen gue di bar-bar yang ada La Rochelle :p .. eh, maksudnya meningkatkan rasa pede ketika berinteraksi.

Kedua, ternyata memang gue tetap menjadi gue. Gue meninggalkan advertising 12 tahun yang lalu karena gue nggak mau lagi kerja sebagai pegawai di dunia industri. Menjadi pegawai itu bukan kepribadian gue. Gue bukan pengikut sistem, tapi pembuat sistem. Atau pengacau sistem sekalian…. ihihihi. Gue lebih suka bekerja menggunakan intelektualitas gue untuk ruang lingkup manusia yang lebih besar, bukan hanya nasional, tapi juga dunia. Wuihh… keren amat yak. But why not? Jalan terus bang. Jangan lupa liat spion😉

Kayaknya keren kalo jadi seorang expert di suatu bidang. Hihihi.

S3 ah …

Photo on 4-29-16 at 2.03 PM (1)

Lulus S2 di Perancis dan Petualangan Baru

1 Okt

Wow. Lama banget absen, it’s been 5 months! Kalau begitu ceritanya di rapel aja lah ya. Banyak sekali hal yang terjadi sejak Januari 2015 sampai sekarang. Hal-hal yang telah berlangsung antara lain:

  1. Akhirnya saya lulus S2
  2. Tesis saya dapat nilai “Excellent”
  3. Permohonan perpanjangan Ijin tinggal saya di Perancis dikabulkan.

Alhamdulillah.

Dengan beberapa teman sekelas yang belum pulang setelah selesai sidang

Perjuangan sampai pada titik ini betul-betul menguras energi dan pikiran. Setelah kurang lebih tiga tahun bertahan dengan situasi kuliah yang tidak ideal (tanpa beasiswa, tanpa kiriman orang tua, dan hanya bertumpu pada pekerjaan kasar sebagai cleaning service di cafe tiap subuh sebelum berangkat ke kampus), eh akhirnya dapet juga nih gelar Master :p .. Ketika presentasi tesis saya berakhir dan profesor memberikan saya nilai diatas 16/20, yang berarti “Tres Bien” atau “excellent”, semua linu-linu di badan ini rasanya hilang. Plong.

Semuanya diawali dengan proses magang yang harus saya ikuti selama 4 bulan sebagai syarat wajib kelulusan. Saya magang sebagai Research Assistant di sebuah think-tank di Ankara, International Strategic Research Organization alias USAK. Selama magang di sana, saya membantu para researcher mengumpulkan data, menulis analisis berita dan juga menulis kolom untuk Journal of Turkish Weekly. Juga membantu mewawancara ahli politik timur tengah dari universitas Sorbonne di Perancis, thanks to my French proficiency, dan menuliskan transkrip serta terjemahannya ke dalam bahasa Inggris. Kadang-kadang saya juga ikut menghadiri pertemuan atau konferensi yang diadakan oleh USAK dan pihak lain.

Tesis saya membicarakan tentang pengaruh bahasa Rusia di Kazakhstan setelah lepas dari Uni Soviet. Pengalaman saya di Turki membuka pergaulan gue dengan bangsa lain, termasuk bangsa Asia Tengah yaitu Kazakhstan. Kolega saya satu ruangan adalah etnis Kazakh yang lahir dan besar di Xinjiang, Cina, dan menikah dengan bangsa Kazakh dari Kazakhstan. Mereka berdua mendapat beasiswa PhD dari pemerintah Turki.

Hari-hari di Turki penuh dengan berbagai kejadian. Salah satunya, kehilangan orang tercinta, hanya selang 3 hari setelah saya meninggalkan Turki menuju Bulgaria. Peristiwa kehilangan itu betul-betul berdampak besar secara fisik dan spiritual. Tapi untungnya, saya tetap bisa menghadapinya. Sehingga pas kembali ke Perancis, walaupun dengan susah-payah, tesis saya yang saat itu belum punya research question pun selesai.

Hari ini, akhirnya surat keterangan perpanjangan ijin tinggal atau l’Autorisation Provisoire de Sejour’ (APS) dari Prefektur (kantor kepolisian wilayah) saya keluar. Langkah selanjutnya adalah perjuangan yang lebih besar.

Mencari pekerjaan.

“Semuanya berawal dari Turki”

6 Apr

Itu kata temen gue, kira-kira sebulan sebelum gue berangkat (lagi) ke Turki.

Ya ampun, hampir setahun gue absen ngupdate blog ini. Kesibukan kuliah semester yang lalu benar-benar menguras tenaga dan makan waktu. Sampai lupa mau cerita apa yang terjadi mulai Juni 2014 sampai sekarang.

Well, semester lalu gue jungkir balik dengan tugas-tugas menggila di semester yang begitu pendek-4 bulan doang bo!-dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Dan hari ini, gue udah 3 bulan aja bok di Turki! Hehe.

Semester 4 ini gue harus magang lagi sebagai syarat kelulusan, dan gue magang lagi di tempat yang sama seperti tahun lalu. Saking lamanya gue magang (di sana rata-rata magang cuma sebulan) gue jadi ketemu bermacam-macam “magang-ers” yang datang dan pergi. Mereka juga mahasiswa S2, dari Turki, Kazakhstan, Czhech, dan Rusia. Semuanya jadi kolega yang menyenangkan:)

Gue tinggal berbagi apartemen dengan dua orang Italia dan seorang Moldovia. Nah ini seru banget. Tiga bulan hidup bersama teman berbeda bangsa seperti keluarga internasional tentu banyak cerita:)

Lalu, bagaimana dengan Divisi Percintaan? Hehehe. I can proudly say, there is a positive progress. finally I found one.

Baiklah, di posting berikutnya gue akan ceritain satu per satu.

Hidup Sehat A la Perancis

9 Jun

Untuk mengontrol populasi dan mencegah obesitas, Kementrian Kesehatan Perancis punya program “Manger Bouger”, yang artinya “Makan dan Olahraga”.  Sosialisasi program ini menurut gue keren, karena melibatkan semua pihak, dan menjangkau semua produsen makanan, supermarket dan restoran. Websitenya pun keren!

http://www.mangerbouger.fr/

Program Hidup Sehat Nasional Perancis

Di website ini, masyarakat bisa mengakses informasi tentang nutrisi, bagaimana mengatur pola makan tiap hari, mendownload resep, mengatur menu makanan per minggu, sampai mencari program olahraga bersama di setiap daerah masing-masing.

Tentunya dalam bahasa Perancis, hehe. Yang ga bisa bahasa Perancis coba pake google translate, laaa:)

Tapi bolehlah gue translate-in salah satu saran pola makan yang diberikan oleh ahli gizi Perancis di program ini:

– Konsumsi setidaknya 5 buah dan sayur setiap hari (baik dalam bentuk segar, dimasak, atau diawetkan alami)
– Makanlah produk serealia (gandum), kentang, setiap kali makan berat
– Konsumsi 3 produk susu setiap hari (susu, keju, yoghurt)
– Makan daging, ayam, atau ikan (makanlah ikan setidaknya 2 kali per minggu)
– BATASI asupan lemak (mentega, minyak, krim)
– BATASI asupan gula (soda, coklat, permen, pastry)
– BATASI asupan garam, dan pilih yang beryodium
– Banyak minum air
– Tidak minum alkohol lebih dari 2 gelas alkohol setiap hari untuk wanita, dan 3 gelas untuk pria
– Beraktivitas fisik setiap hari, minimal jalan kaki cepat 30 menit.

Alhamdulilah kalo soal aktivitas fisik, gue udah otomatis lakukan setiap hari selama 3 jam ngangkat meja kursi dan nyapu ngepel bar… hahaha.

 

 

Baked Chicken Thighs with Tomato and Olive Oil

8 Jun

After cutting a chicken into 6 parts, I was thinking ‘what should I do with them’. I want to make a chicken broth with the rib bone, but it means I won’t be able to use my stove for cooking another meal, since making a broth will take 4-8 hours long.

Then I decided to bake the chicken thigh instead of frying, sauteing or boiling them in a soup. So, while simmering the broth on the stove, I made this simple recipe for my late lunch. It’s a combination between two Italian dishes recipes. This and this.  The first recipe uses goat cheese, and the second one uses Taleggio cheese. However I didn’t use both of them, but I replace Taleggio with Brie, and I ate it separately from the chicken. Probably I should try to bake them again with the cheese spread on it.

The primary ingredients are olive oil, garlic, and tomatoes. I forgot to buy tomatoes this morning, so I replaced them with my last drop of tomato paste. It works, though!

Here is the recipe:

What you need:
-2 Chicken thighs
-2-3 potatoes, cut in dices / wedges / cones / pyramids / or ask a sculptor to create your favorite Mozart figurine … (that’s exaggerating!)
-Champignon, as you wish
-Cherry tomatoes, cut in two. Or, 2 round tomatoes will do too. (I forgot to buy tomatoes while preparing it and used the last drop of tomato paste, it works!)

Marinate Chicken and spread the potatoes and mushroom with:
Olive oil
Garlic, 3-4 (as u wish), chopped as tiny as you can. Use a microscope.
1 tsp of lemon juice
Dried oregano
Dried Cayenne chili
Salt

To do:
-Marinate the chicken for at least 1 hour. If you’re a little bit orthodox, let them in the fridge within 1 night.
-Preheat oven at 240’C for 10 minutes. Then bake the chicken and tomatoes for 1,5 hours.
-In minute 45, throw the potatoes inside.
-At the last 15 minute, add champignon.
-Enjoy with some salad and cheese. I prefer Brie or Coulommier.

*Any suggestion about the salad?*
I only mixed a grated carrot and chopped celery with olive oil, salt and dried chili. With some chunks of Brie cheese. That’s all I have in the fridge today.

IMG_4331

 

 

Tuna Broccoli Noodle

1 Jun

Hari ini gue bingung mau masak apa. Tapi nggak mau belanja. Jadi, harus gunakan apa yang ada di kulkas/dapur.

Gue punya beras, fusilli, mie, brokoli, jamur, tomat, setengah kaleng tuna, setengah potong sosis, tomat, pasta tomat, dan sebuah selada kecil.

IMG_4208

Ternyata gue males makan nasi hari ini. Males masak nasinya, karena rice cooker gue kudu dicuci dulu dan gue MALES nyuci-nyuci lagi. Bikin fussili juga rasanya bakal aneh kalo ngga pake tomat. Tapi gue pengen makan tuna dengan brokoli dan jamur, karena ketiganya harus segera gue masak, otherwise nanti mereka busuk. Akhirnya pilihan jatuh ke mie sebagai carbo.

Jadilah, setelah menyingkirkan beberapa ingredients yang ngga relevan dengan ide menu hari ini, jadilah gue masak : Tuna Broccoli Noodle.

IMG_4223 IMG_4234

Resepnya gue copypaste dari keterangan foto di FB gue, in English:

Ingredients: Noodle, broccoli, mushroom, canned tuna, garlic, ginger, cooking oil, sesame oil, soy sauce, chicken stock/maggi or whatever, salt and pepper, 1 tsp of tapioca flour stirred in a little water.
To do: cook the noodle in a boiling water for 2-3 minutes (follow the instruction), rinse.
Heat oil, sautee garlic and ginger till smells good. Add some drips of sesame oil. Add broccoli. add 1 teaspoon of soy sauce, salt and pepper, chicken stock. boil with some water until the broccoli almost tender, drop the mushroom. Add some drops of the tapioca thingy to make the sauce sticky and stir with canned tuna. Stir all together with the noodle. Yum. Did I forgot something?

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya