Jojon, nostalgia masa TK

29 Jan

Kalau kembali ke masa kecil, gue nggak lepas dari buku dan kaset. Dua hal tersebut adalah the only hiburan di sore hari gara-gara nggak boleh keluar rumah sama nenek almarhum. Secara jaman dulu (TK-SD, gitu loh!) belum bisa beli kaset sendiri, jadi yang didengerin adalah kaset-kaset kepunyaan abang sepupu.

Salah satu kegemaran gue adalah mendengarkan kaset lawak! Sebelum mengenal Warkop DKI, grup lawak pertama favorit gue adalah Jayakarta Group.

Sore-sore sehabis mandi (biasanya sebelum TVRI mulai mengudara!), saya dan kakak nongkrong di depan radio.

Lalu lawakan itu dimulai……

V/O : JENG JENG JENGNGNGNG…TRETETETETEET (Musik Pembuka a-la karnaval)
V/O : PLOK PLOK PLOK PLOK PLOK PLOKKKKKKKK!!!! (Suara tepuk tangan tidak lebih dari 5 orang, terkesan sedang rekaman di dalam ruangan, agak pecah)
Cahyono : Selamat Paaaagii anak-anaaaaaaaak!
Jojon : Sla-mat-Pa-geeyyy!!!

Diatas adalah potongan dari adegan pertama di kaset ‘Jojon Anak Sekolah”. Aduh kangennya dengerin kaset itu lagi. Ada keinginan untuk ngubek-ngubek lemari kaset yang udah lamaaaa sekali nggak dibuka, sejak munculnya CD dan MP3.

Jayakarta Group, “dengan PARA PELAKU” : Cahyono, Jojon, U’uk, Johny (ALm) dan Suprapto “Esther” (Alm) menyadarkan gue betapa kaya nya skill ngelawak para komedian di jaman itu. Dengan segala keterbatasan, mereka mampu menghadirkan lawakan-lawakan segar ‘teatrikal” yang nggak hanya ngandelin kata-kata, tapi juga gestur dan penghayatan peran!

Kerap gue tonton di TVRI, mereka tampil tanpa properti panggung secanggih sekarang yang ada di televisi2 swasta. Bayangin kalo saat ini kita melihat Eko Patrio DKK tampil ngocol diatas panggung yang udah di-set seperti mall dan pusat pertokoan (lengkap dengan cafe dan pengunjungnya!) yang bisa keliatan mobil-mobil parkir nya, atau panggung Extravaganza yang bisa berganti-ganti setting sesuai skenario, Jayakarta Group pernah manggung hanya dengan satu meja dan tiga kursi….

Dan Lucu!

Seinget gue, masing-masing personel udah hafal dengan perannya masing-masing. Gue salut banget sama om Jojon yang sampe saat ini nggak kehilangan ciri khasnya yaitu blo’on tapi cuek abis! Bayangin, di cela kaya apa juga, dia tetep aja bisa bales!

Dalam lakon yang sering gue denger (mungkin juga karena kaset yang gue punya itu-itu doang! HAha!) Jojon jadi suami yang di ‘siksa’ istri. Doi sabar, ngalah, tapi ya itu…tetep aja cuek abis dan bisa ngeles!

Sedangkan Cahyono waktu itu jadi istri Jojon. Kalo lagi tampil di tipi biasanya pake daster longdress panjang dengan motif manatahan, dan wig bule (kontras ama kulit om Cahyono yang item!)

Cahyono ceritanya jadi istri dominan yang suka nyuruh2 suami ngepel, nyapu, dan segala pekerjaan rumah lainnya seperti belanja,dll. Suatu hari Jojon dikasih duit dikiiiit banget, tapi disuruh belanja buanyaaak! Udah gitu sisanya kudu dibalikin pula.Sungguh kejaaamm!!!
U’uk pun datang sebagai teman arisan Cahyono (inget dong, suara U’uk yang imut-imut mendesah-tapi tetep aja cowok bo), memperbincangkan (atau mengintimidasi?!!) suami-suami mereka.Asli kocak banget cara mereka membawakan peran.

Sayangnya Johny meninggal di pertengahan 80-an. Kemudian digantikan Suprapto “Esther”, yang untungnya ga kalah lucunya. Sering muncul jadi cewek “perkasa” berambut ala “Usro”, imut manja berwajah ngantuk2 bete, pake daster long dress warna pink tapi pake sepatu ABRI.

Gue gak inget sejak kapan Jayakarta Group bubar. Mungkin sejak Jojon di penjara di jaman Orde Baru dan Cahyono masuk Islam. Untungnya, Jojon kembali tampil melawak sekarang. Dan tanpa kehilangan ciri khasnya.

Gue inget bahwa dalam prinsip marketing, Corporate Identity pegang peran penting. Ia di desain sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan perusahan. Jojon, nama dan tulisannya udah jadi “logo” nya Jayakarta Group. Dan itu terbukti sampai sekarang….

3 Tanggapan to “Jojon, nostalgia masa TK”

  1. asyanura Januari 30, 2015 pada 3:34 pm #

    Kak, aku suka banget tulisan-tulisannya. Tadi abis search yang trip ke Yunani malah sampe baca-baca yang awal-awal kakak nulis.

    Pengalaman ini sama persis dengan aku. Kalau boleh tau kakak kelahiran tahun berapa? Aku 87 ni😉

    Nice to know you

    • aryatidewihadin Januari 31, 2015 pada 8:19 am #

      nice to know everybody here. Haha.. I might be as old as one of your aunt😀

    • aryatidewihadin Juli 4, 2015 pada 7:42 pm #

      I’m way older than you lah🙂 nice to know you too.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: