April Keren-meren!

8 Apr

Bulan ini dan seterunya seperti nya akan seru-meru!

Tanggal 14 ini saya resmi magang di Goethe Institut Jakarta, bagian Program Budaya. Kesempatan ini datang setelah rock n roll berburu beasiswa dan mencoba berbagai kesempatan di tahun lalu. Seperti kata seorang teman: manusia berencana, Tuhan menentukan. I’ve done my best, dan Tuhan yang menunjukan rute yang saya perlukan. Jadilah lamaran saya untuk program Magang Nusantara kepada Yayasan Kelola lolos seleksi! Masih ingat cerita saya soal di interview untuk Magang Internasional? Saya memang berhenti di tahap short list candidate, tapi harus mengalah sama rekan lain yang kapasitas dan pengalamannya lebih tinggi🙂
No problem, I’m just not in that level yet. I’ll be when the time comes!

Diusia menjelang 30 ini, saya makin mengerti siklus hidup. Ternyata kok mirip-mirip chart forex yah… hahaha! Ada saat-saat incline, decline, bahkan floating. floating disini ternyata mirip saat-saat kita sedang berjuang untuk naik keatas, atau saat kita hanya bisa menunggu pasrah setelah mengerjakan semua aksi antisipasi.

Cerita lainnya, walaupun belum berhasil memenangkan beasiswa dari Chevening yang di dukung oleh papi Soros (Chevening/FCO/OSI), tapi lamaran S2 itu diterima oleh University of Nottingham. Wah… makasih loh teman-teman yang udah ngebantu ngajarin nulis motivation letter. Status diterima itu gue minta untuk di keep buat tahun depan. Siapa tau tahun depan ada yang mau bayarin kuliahnya!🙂 Walopun jurusannya cukup bikin bokap gue kaget: School of International Relation, MA in Politics and Contemporary History. Hi hi hi….! Apa hubungannya ama Bachelor of Art in Graphic Design? :p

Back to magang. Mulai tgl 14 April kemaren gue resmi magang untuk 3 bulan ke depan di Goethe Institut di bagian Program Budaya. Ngebantuin semua urusan event budaya yang datang dari Jerman, sampe anter jemput seniman atau Profesor dari Jerman yang diundang oleh Goethe Institut. Pengalaman baru, wilayah kerja baru, dan networking baru. Gue mulai merasakan lensa kamera idup gue semakin mendekati sebuah fokus. Advertising, kebudayaan, culture studies, dan akhirnya gue berada di sebuah institusi budaya asing. Pasti ada benang merah menuju sesuatu.

Tiba-tiba gue menemukan beberapa fokus studi lain lagi yang bernama: Intercultural Communication. Let’s see what I can do with these stuffs!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: