Melihat Dunia

4 Jun

Musti gue akui, akhir2 ini gue lebih seneng nulis kejadian sehari-hari daripada bahan diskusian. Saat ini gue sedang mengerem dorongan untuk beropini dan semacamnya, dan memilih untuk mendengar, melihat dan memperhatikan apa yang sedang berlangsung.

Gue lagi terkagum-kagum dengan tema-tema program yang dibuat oleh board of advisory nya Goethe Institut pusat. Kalau kita buka website goethe pusat, kita bisa melihat berbagai tema yang sedang di kembangkan sebagai program budaya di cabang Goethe Institut di berbagai belahan dunia. Seolah sedang melihat bumi dari jauh, gue seperti bisa tahu isu apa yang sedang terjadi di Srilanka, di Manila, di Arab, dsb, hanya dengan melihat tema besar program masing2 wilayah. I must say that this institution is kinda respectable for its vision. Tema besar si Asia Pasifik saat ini adalah Kultur Und Einstweicklung (bener ga tuh nulisnya!), alias Culture and Development. Tema ini sangat penting, dan Goethe Institut punya cukup bahan edukasi yang berbobot untuk bisa di -share kepada institusi pendidikan maupun lembaga budaya setempat dan kemudian dikembangkan.
Rasanya jadi pengen kuliah.
Oya, ada cerita lucu. Bokap gue yang dari dulu benciii banget ama pilihan karir gue di kesenian, sekarang udah mulai bisa menerima. Dia dari dulu pengen banget gue jadi diplomat. Gua nggak ngerti dimana sejarahnya gue cocok jadi diplomat, tapi dia sepertinya pengen gue jadi pemimpin, mendapat posisi terhormat, dan semacamnya. Mungkin karena dia liat gue dulu sering jadi ketua macem2 di sekolah. Ketua kelas, ketua OSIS, komandan Marching Band, selalu juara kelas walopun pemalas akut, dan sering menang lomba antar sekolah. Padahal jelas2 gue lebih sering menang lomba gambar daripada lomba cerdas cermat dan semacamnya!
Memang sih, dari kecil gue seneng berinteraksi dengan orang. Ga peduli mereka cewek, cowok, tua, muda, alim, kriminil, asia, eropa, afrika, pokoknya semua jenis manusia tuh buat gue menarik. Gue ga pernah nemuin kesulitan ngobrol dengan siapa aja. Buat gue, perbedaan yang dibawa oleh masing2 orang akan memberikan gue pengalaman baru. Begitu juga dengan travelling. Gue suka banget travelling. Alhamdulilah, masa kecil dan remaja gue juga dihiasi dengan berbagai perjalanan. Gue juga suka dengan bahasa. Bahasa itu jembatan kemana aja.
Bidang sosial, politik, ekonomi, hubungan internasional, dan lain-lain, juga termasuk bidang yang gue minati. I do care about people. Gue juga bercita-cita pngen berbuat sesuatu untuk umat manusia di kemudian hari.
Tapi untuk jadi diplomat… errr….are you kidding me? “Pegawai Negeri Sipil”, frase itu begitu menakutkan buat gue. Maaf ya yang anggota PNS, bukan kenapa-kenapa, ini cuma selera aja. Hehe…gue males jadi Pegawai Negeri😀
Kebayang dah policy ala birokrasi pemerintahan yang jelimet, rese, dan nggak cocok dengan jiwa seniman dan avonturir gue. Entar yang ada gue malah dianggap aneh lagi. Makasih dah! Jadi gue memilih untuk hidup di jalur kesenian dan kebudayaan. Toh dari situ gue masih bisa memperjuangkan berbagai kepentingan manusia. Tapi masalahnya, bokap gue belum ngerti dimana titik temunya antara kesenian dan diplomasi internasional.
Setelah melalui perjalanan panjang 5-10 tahun, sekarang bokap baru bisa ngerti kenapa gue keluar dari advertising dan hidup sebagai volunteer di kegiatan2 budaya. Apalagi setelah mengikuti kabar beasiswa Turki gue, dan mengetahui bahwa bidang studi yang gue tuju bisa berhubungan dengan diplomasi (walopun kagak bakal gue masuk deplu), doi berbinar-binar gitu.. hahaha..
Terkenal sebagai orang yang nggak pernah nunjukin rasa bangganya secara langsung, diem-diem dia sibuk nyariin baju musim dingin buat gue, siap-siap nabung buat mengunjungi gue di Turki, padahal pengumuman diterima atau nggak nya aja belum kedengeran! Hihihihii!
Yang lebih lucu lagi, peta Turki yang selama ini gue tempel di dinding kamar sebagai penyemangat gue ngejar beasiswa (atau alasan biar bisa ketemu pacar?), tiba-tiba lenyap!
Besok paginya, ternyata tu peta tergeletak di meja kerjanya,………LAGI DI BINGKAI, BO!
Hak hak hak hakkkkk……bokaaaaaapp……bokappp!!!!
Basically kita memang similar in mind. We’re both people who wants to see the world!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: