I am Blessed with Miracles!!!

2 Okt

Ketika mengetahui bahwa saya tidak berhasil bersaing dengan kandidat2 beasiswa S2 Turki lainnya, tiba-tiba berbagai keajaiban menghampiri saya, mengalahkan rasa kecewa.

Sebelum pengumuman (yang molor – kok molor sih! – dari awal september jadi akhir september bo, gile banget deh), gue udah siap-siap membuat beberapa alternatif langkah ke depan lainnya. Dalam doa gue bilang ama Tuhan, “gimme a clue in focusing my path. gimme the best solution.” Dan muncullah beberapa alternatif seperti apply Chevening lagi sambil memanfaatkan Letter of Offer dari Nottingham (walopun modul jurusannya tahun ini berubah! adoh..), apply beasiswa Erasmus Mundus dan Beasiswa Perancis. Selain langkah beasiswa adalah menemukan pekerjaan baru yang lebih fokus dan sesuai dengan karakter serta cita-cita kedepan gue, kalo bisa yang juga cocok untuk jadi bekal ngelamar beasiswa lagi.

Cukup lama gue mencari bidang yang cocok dengan karakter, cita2 dan kebutuhan materi gue. Kalau ada yang bilang ‘kenapa’, nah itu ceritanya panjang. Tapi intinya gue tidak menyerah dan tidak akan mau menyerah pada keadaan sebelum solusi untuk problem2 gue ditemukan dan problem2 itu terselesaikan secara militer… eh…. maksudnya teratasi dengan tuntas!

Setelah menghabiskan 3 botol (hehe bo’ong deeengng…lebay banget sih gue!) air mata pas setelah berbicara dengan si sekretaris dubes di telpon, gue segera berangkat ke CCF untuk kursus. Hari itu, ternyata kita sedang membahas sebuah topik yang passss banget ngebantu gue yang sedang bingung. Topiknya adalah: 

“Pour quel metier etes-vous fait?” (Untuk melakoni pekerjaan apakah anda?)

Setelah mengisi 18 pertanyaan kuesioner (dan belajar beberapa vocab baru tentunya!), ternyata hasilnya adalah … ada 4 kapabilitas yang dominan pada diri gue! Artinya, ada 4 jenis profesi yang berpotensi untuk gue jalankan! Pusing ga tuh???

1. Metiers de reflexion (pekerjaan yang mikir sendiri) = arsitek, konseptor produk, peneliti, ahli ekonomi, psikolog, sosiolog, musisi, jurnalis, arkeolog, meteorolog…

Komentar: gue pernah jadi konseptor produk gue sendiri, mengaransir musik waktu jadi komandan marching band pas SMU, dan suka nulis walopun belum belajar secara formal! Gue juga (deep inside) pengen jadi peneliti…

2. Metiers d’imagination (pekerjaan kreatif) = penulis, aktor, designer, seniman/pelukis, stylist, konseptor iklan, marketing, event organiser….

Komentar: gue MEMANG graphic designer, ilustrator, dan pernah kerja di advertising! ya oloh….dan gue pernah jadi sales coordinator nya EF waktu masih kuliah loh!!! (gubrakk)

3. Metiers de l’action (pekerjaan lapangan) = makelar, mandor, kepala proyek, konsultan, polisi, tentara, liaison officer, guide…

Komentar: terus terang aja gue suka pekerjaan liaison officer dan guide… gue pernah ngeguide profesor dan gue menikmati pekerjaan nganterin dan menemani dia  kemana2, serta menggiring dia ke tempat2 yang gue pilih untuk dia🙂 Jadi konsultan? secara informal entah kenapa selalu banyak aja orang yang konsultasi ke gue…tentang banyak hal.

4. Metiers de methode (pekerjaan metodik) = finance, akuntan, eksekutif suatu perusahaan/pengurus dsb, peneliti, pedagang, petani

Komentar : gue pernah dipercaya menghandle keuangan sebuah komunitas, bukan cuma jadi bendahara tapi juga mikirin gimana menjaga arus kas tetap sehat dan bisa ada pemasukan ekstra. Gue juga pernah jadi pedagang booo… ai aiiii :)))

Pekerjaan lain nya yang tidak ada potensinya alias tidak cocok di gue adalah Pekerjaan tehnis dan Cooperation. Tehnis tuh misalnya tehnisi, insinyur gitu, restorator, artisan (yang suka ngebantu seniman mewujudkan ide nya menjadi karya jadi) atau pengrajin. Sedangkan cooperation ya macam dokter, pekerja sosial, diplomat, guru..  yang butuh kesabaran menghadapi orang dan empati gitu kali ya?🙂

Kalo dipikir-pikir, selama ini keempat bidang itu saling tarik-menarik di diri gue sehingga gue belum bisa fokus. Orang berkomentar “lu banyak maunya Wi!” sedangkan antara kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan untuk aman secara finansial always jalan bareng. Gue ga bisa pilih salah satu dong. Dua dua nya kudu kelar tuh urusan!

Memang benar. Tapi itu bukan karena gue pengen orang bingung. Itu memang hal yang sesungguhnya. Gue rasa, itulah respon pragmatis gue terhadap keadaan intelijensia gue. But you have to minimize, to focus, and to set up priority. 

Itulah yang akhirnya gue putuskan untuk gue lakukan, setelah bertahun-tahun kesulitan mempetakan permasalahan ini sendirian (ga ada yang bantuin, maklum lah jaman dulu susah). Gimana caranya supaya gue bisa memperoleh win-win solution untuk gue dan realitas. I think, kalo itu tercapai, hidup akan membahagiakan!


Friends are the Miracle

Besoknya, tiba-tiba temen gue si Mira, pemain klarinet itu, nelpon gue dan nanya “lu mau ga jadi klien konseling gue tentang kepribadian ? gue lagi mo ujian nih!”

Wow. Baru aja gue berdoa minta petunjuk sama Tuhan, supaya dibukain pintu2 rahasia persoalan gue supaya gue bisa nemuin solusi, eh si Mira nelpon. Sesi konseling gratis! Sambil mengikuti insting gue yang saat itu juga langsung berbisik

 “harus jalin dan aktifkan network lama dan baru secepatnya! sekarang!”

(to be continued.. pup dulu.. hehe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: