The (New) Road to Turkish Scholarship 2

4 Okt

… Setelah dipersilahkan masuk oleh satpam kedubes, gue berjalan kearah dalam gedung. Masuk, dan duduk di lobi depan. Ada beberapa orang yang sedang mengurus visa disana. Ada mbak2 yang lagi ngurusin visa bos nya, dan dua mbak-mbak yang kayanya kerja di timur tengah dan mau mampir di Turki. Setelah mereka selesai, gue samperin mas-mas di belakang loket. “Pagi. Saya mau menyerahkan berkas aplikasi beasiswa S2,” kata gue. “Oh, silahkan tunggu dulu ya. Nanti dipanggil.”kata doi.

Sekitar limabelas menit kemudian gue dipanggil masuk. Gue pikir bakal di wawancara sama First Secretary nya, ternyata sama staf lokal, sekretaris dubes gitu kayanya. But still, in english. Gue ditanya ‘apa yang ada dibenak kamu tentang Turki’. Gue sebut aja semua yang melintas dikepala gue. Mostly yang kebayang adalah Istanbul, jadi semua gue sebutin dari mulai Bosphorus, ferry, sampe makanan. Gue juga bilang kalo gue pernah ke Istanbul, blablabla. Sampailah ke pertanyaan yang persis diajukan bu Dewi saat gue minta surat rekomendasi, “kenapa ingin belajar ilmu tersebut di Turki? Turki kan kurang populer disini!”. Dan gue sudah menyiapkan satu jawaban yang terinspirasi dari percakapan gue dengan Pak Pras, dosen Interstudi gue yang gokil. Pokoknya diplomatis tapi realistis deh! Semoga jawabannya manjur🙂
Dia juga nanya, apa yang akan gue lakukan kalo gue udah pulang dari belajar di Turki nantinya. Gue bilang, dari ilmu yang gue pelajari nanti, gue akan pake untuk membantu mensosialisasikan kebijakan pemerintah ke masyarakat umum. Gue juga akan secara sukarela memperkenalkan Turki ke orang2 disekeliling gue.
Sampai akhir interview, gue masih merasa fascinated kalo membicarakan tentang Turki. Si sekretaris dubes senyum2 aja liat muka gue yang berbinar-binar. Mungkin dia pikir ‘ni cewek kayanya ngebet banget pengen ke Turki nih!’.
Selesai interview, doi ngucapin terimakasih dan mengatakan berkas gue akan dia proses dulu dan diumumkan melalui email pada pertengahan September 2011.
Kemudian kita masuk bulan Ramadhan. Selama puasa gue memperbaiki solat gue (makasiih ya Allah, gue dikasih hidayah lagi), dan rajin solat hajat, solat malam dan duha. Bulan itu pula gue putus dengan pacar lama dan ketemu pacar baru (haiyyah.. keluar konteks dah). Bulan yang inspiring lah pokoknya.
Nah!
Puasa dan Lebaran telah berlalu, datanglah tanggal 15 September. Apa yang terjadi saudara-saudara?
(bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: