Woohoo!!!

12 Okt

Bener kata temen-temen.

I am blessed🙂

Segera setelah mendengar kabar yang tidak asik itu, gue langsung pindahin channel otak gue ke Plan B. Kemudian mencari-cari info tentang tiket dan visa. Secara prinsip, tempat tinggal di Ankara sudah ada. Dana yang diperlukan untuk ukuran backpacker juga udah ada. Yang belum adalah izin dari kantor dan dukungan tambahan baik moril atau materi.

Waktu nonton gratis film “Badai di Ujung Negeri” di Kineforum semalam, gue ketemu Nurul, mantan researcher di THC yang sekarang di UNHCR. Kita ngobrol seputar beasiswa Turki yang aneh itu. “Beasiswa kok ga minta CV? Beasiswa apaan tuh?” kata Nurul. Doi bilang, “Bisa kok minta cuti belajar dan balik lagi. Gue dulu melakukan hal yang sama waktu kuliah di Jepang. Konsekuensinya cuma nggak digaji aja selama gue pergi”. Hm.. lucu juga, batin gue. Dan tengah malam gue email direktur gue. Berharap dia mengizinkan.
Pagi-pagi, gue bangun kesiangan dengan kepala nyut-nyutan. Kurang tidur karena sebelumnya lembur. Waktu menghampiri meja makan untuk minum dan sarapan, bokap gue duduk di situ. Entah kenapa gue ngomong, “Pa, kayanya awal tahun saya mau belajar bahasa di Turki.” Amazing, bokap gue bilang “ya, bagus juga! Memang bahasa itu penting untuk perkembangan karir internasional kamu! Terus, kenapa nggak di Perancis?”
JENG-JEEENG!!!!!!!
Terngiang-ngiang tiga tahun lalu dia berkata dengan pedas, “Untuk apa memang belajar ke luar negeri? Di sini juga cukup! Ga perlu lah S2!”

Dan terkenang tidak sepeser pun dia membantu perjuangan karir dan sekolah gue. Gue harus jungkir balik sendirian mengumpulkan receh demi receh. Yang sempet kebobolan pula dan kemudian ngumpulin lagi dari nol.

Gue bilang, “Mau aja sih di Perancis. Tapi uang saya nggak cukup untuk ngajuin visa nya.”
“Hmm berapa sih visa Eropa? Eh, terus, memang visa Turki lebih murah?” tanya doi
“Iya, kalo VOA aja yang sebulan sih cuma 25 Dollar.”
Lalu doi nanya berapa uang yang gue punya, cukup atau tidak, dsb. Dan doi mendukung gue harus menguasai network internasional. Gue bilang, gue mau kursus bahasa aja dulu dua bulan sambil cuti dari kantor. Nanti kalo ada kesempatan, mungkin gue bisa nyusul kakak gue ke Perancis. And you know what he said?
“Ya, go ahead lah. Minimal kalo ada apa-apa, Rp xxx (sensor-hehe) udah ada lah dari hasil penjualan mobil kamu yang dulu.”
WHATTT??? WUAW???
Nyokap yang lagi nyiapin roti mendelik girang! Huhuhuhu!!!!! Apa ini pagi-pagi sudah ada pelangiii???
Karena udah jam 8, gue langsung pergi ngantor sambil ketawa keras-keras di mobil. ALHAMDULILLAAAAAAHHH!!!!!!!
Sampe kantor, gue nyamperin deputi direktur gue yang bidang Admin dan Finance plus HRD. Gue jelasin maksud gue mo cuti 2 bulan ke Turki. Dia langsung sumringah, “ikut dong wii!!!”. Terus dia bilang nanti bisa dibantuin surat pengantar untuk apply visa, dan menawarkan menghubungi temen2 Turki nya di Yayasan UICCI yang di Istanbul. Tak lama kemudian direktur gue dateng, dan ketika gue tanya udah baca email gue apa belon, dia tersenyum dan bilang “boleh-boleh aja!”
WUAAAAAAA!!!!!!
Abis deh gue di ceng-cengin dua direktur itu. “Aaaah lo mo belajar bahasa apa “belajar bahasaaaaa!!!” Sambil menyelam minum air itu maaaah!!!”. huehihihih. Ternyata direktur gue juga punya temen2 di Ankara dan Instanbul. Hahaah… seru nih, seru!
Hohohohohohohooooo senangnyaaaaa hari iniii :)))
Doa gue selama Ramadan dikabulkan, bukan beasiswanya, tapi ke-Turki nya. Dan yang pasti, doa gue supaya ortu gue dua-duanya memberikan gue dukungan moril dari lubuk hatinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: