Numpang Lahir

19 Nov

Terus terang, sebagai perempuan, gue marah dengan fenomena kelahiran bayi ‘in-vitro’ alias bayi tabung yang meminjam tubuh wanita yang ga punya hubungan pernikahan dengan lelaki yang spermanya dikawinkan dengan indung telurnya.

Sumpah ga ngerti gue dengan jalan pikiran orang-orang di luar sana. Contohnya, seorang penyanyi terkenal mantan pemenang American Idol yang meminjam tubuh sahabatnya untuk mengandung embrio anaknya karena dia seorang gay. Dan jijiknya, media di sana mengamplifikasi kelahiran bayi tersebut sebagai bukti bahwa ‘Seorang Gay juga bisa menjadi ayah tanpa harus berbohong’, dan itu ‘Sesuatu yang indah’. F*CK media massa!!!
Dalam hal ini media massa cuma menyorot ke-gay-an dirinya, membesar-besarkan kebahagiannya, dan menciptakan framing seolah-olah hal yang dilakukan dirinya itu BENAR. Gue nggak mau ikut campur dengan orientasi seksualnya, tapi perbuatannya dengan meminjam tubuh wanita (walaupun dibilang wanita itu adalah sahabatnya… yang katanya ingin punya anak tapi ga mau menikah dsb… dan segala polesan teks media yang manipulatif) adalah TIDAK MANUSIAWI.
Media, sekali lagi, menggiring semua orang untuk membenarkan perbuatan itu. Hanya dengan beberapa teks, maka terbentuklah bingkai. Media tidak menyorot ibu sang bayi yang rahimnya dipinjam untuk mengandung selama sembilang bulan. Media tidak mengulas bagaimana perasaan sang ibu selama mengandung, kondisi kesehatan mental dan fisiknya, rasa sakit yang dideritanya, hubungan batinnya dengan sang anak yang terjalin secara sadar maupun tidak sadar sejak dalam kandungan sampai ia lahir ke dunia, dan apa harapannya ke depan. Media tidak membahas bagaimana nanti sang anak dapat membentuk konsep keluarga di dalam otaknya ketika dia tumbuh. Bagaimana peran seorang ayah dan ibu ketika ia dewasa. Bagaimana perkembangan orientasi seksual sang anak nantinya. Bagaimana jika suatu hari nanti sang anak – yang tumbuh jauh dari ibunya – sakit atau diculik atau dalam bahaya, dan sang ibu hanya bisa merasakan getaran kecemasan dalam telepati yang dia sendiri ga tau harus gimana?
Bank sperma atau komersialisasi rahim perempuan sungguh menjijikan. Seharusnya dihentikan aja tuh bisnis kaya gitu. Lebih mulia jika mengadopsi anak, atau menyantuni anak yatim or yatim piatu. Hubungan biologis dan batin ibu dengan anaknya nggak bisa dimanipulasi. Belon ada satupun di dunia ini yang bisa memproduksi ‘hubungan batin ibu dan anak’ dalam bentuk kapsul atau suntikan.
Siapapun yang tidak bisa mencintai lawan jenisnya tapi ingin punya anak, please jangan melakukan hal ini. Bayi manusia hanya bisa lahir dan tumbuh sehat fisik dan mentalnya karena ada cinta antara lelaki dan perempuan. Itu harga mati. Dan perempuan yang mengandung anak dari lelaki pemilik sperma tadi BERHAK memperoleh perlindungan, santunan, dan nafkah lahir batin sebagai istri. Perempuan yang tidak memperolah hak-hak tersebut dan mengaku fine-fine aja, udah pasti dia membohongi dirinya sendiri. Perempuan bukan barang pinjaman, man!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: