Untuk yang Sedang Bersedih (Dari blog lain)

17 Jun

Pagi-pagi, gue nemu artikel di sebuah blog yang bagus banget. Gue share yah. dari http://www.alfahaga.com/untuk-yang-sedang-bersedih/#comment-604

Pagi ini saya menemukan dua ayat di Al-Qur’an yang sangat menarik, 2 ayat ini datang dari Surat Ali-Imran, tepatnya di ayat 153 dan 154. Membaca kedua ayat ini, saya merasa bahwa Dia memiliki kuasa dan maksud sendiri membiarkan manusia mengalami yang disebut kesedihan dan penderitaan. Yes, kembali seperti yang saya pernah tulis di tulisan sebelumnya, bahwa Dia membiarkan kita mengalami suatu persoalan dan bersedih hati di dalamnya karena Dia ingin mengajari kita sesuatu di situ..

“(Ingatlah) ketika kamu lari dan tidak menoleh kepada siapa pun, sedang Rasul (Muhammad) yang berada di antara (kawan-kawan)mu yang lain memanggil kamu (kelompok yang lari), karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS 3 : 153)

Jika kita perhatikan kalimat yang dicetak tebal dan digaris bawahi, maka Allah menimpakan kesedihan-kesedihan supaya kita tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang tidak kita miliki (terhadap kehilangan yang kita alami) dan terhadap apa yang menimpa kita. Menarik ya ? Kesedihan yang kita alami (terus-menerus) mungkin bisa dianggap seperti training-field supaya kita tidak lagi sedih. Diberikan kesedihan demi kesedihan supaya tidak lagi sedih. Hmm.. Menarik menarik menarik.

Coba kita simak ayat berikutnya :

Kemudian setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu, sedangkan segolongan lain telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri.. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya segala urusan itu di tangan Allah.”.. Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui isi hati.” (QS 3 : 154)

Ayat berikutnya ini tak kalah menarik untuk direnungi. Lihat betapa banyaknya bold dan underline yang saya cantumkan di sana, mengingat pesan-pesan penting yang sangat padat dan compact terdapat pada ayat ini. Coba kita perhatikan “setelah kamu ditimpa kesedihan, Dia menurunkan rasa aman kepadamu (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari kamu”.. Apakah mungkin ini artinya, setelah sedih kita diberikan kantuk, dalam arti untuk terlelap dan merasa aman karenanya ? Bisa jadi. Mungkin juga artinya adalah bahwa kesedihan ini SEHARUSNYA tidak berlangsung lama, dan langsung berakhir ketika kita selesai memejamkan mata dan bangun kembali setelah kantuk yang diberikan.. Bisa jadi.

Lebih menarik lagi menelaah kalimat selanjutnya : “..Sedangkan segolongan lain telah DICEMASKAN OLEH DIRI MEREKA SENDIRI..” Ahaaa ! Coba kita perhatikan kalimatnya. Sebagian lain merasa cemas karena diri mereka sendiri. What a powerful words ! Mungkin saja bisa kita simpulkan kesedihan atau kecemasan SEHARUSNYA segera berakhir, tetapi beberapa orang justru terus-menerus merasa cemas. Mereka cemas, bukan karena memang Allah yang membuat mereka cemas, tetapi karena dirinya sendiri. Mungkin.. Seperti yang pernah saya bahas di tulisan sebelumnya. Semakin cemas dan semakin sedih daripada yang seharusnya karena ulah kita sendiri yang mengumbar perasaan ini kemana-mana. Semakin diumbar, maka semakin besarlah kecemasan dan kesedihan ini jadinya. Terus terang, memang betul adanya. Apa yang menjadi fokus kita, itulah yang akan terus berkembang. Jika kita hanya berfokus pada kesedihan dan kecemasan itu, maka jangan salahkan siapa-siapa jika kita semakin sulit keluar dari situasi yang melemahkan kita luar dalam itu. Yes, saya kira Dia sudah made Himself loud and clear pada ayat tersebut.

Betul sekali, ayat tersebut berkata : “..Sesungguhnya segala urusan itu ditangan Allah”. Barangkali jika kita BENAR-BENAR beriman dan meyakini kebenaran ini, maka seharusnya kita tidak perlu mengalami kesedihan dan kecemasan yang BERLARUT-LARUT. Kenapa lantas beberapa dari kita sepertinya mengalami kesedihan atau kecemasan yang panjang ? Mungkin karena sebagian dari kita belumlahBERSERAH D
IRI SEPENUHNYA
, dan mem-pasrahkan secara ikhlas urusannya kepada Dia. Betul, jika memang kita sungguh beriman terhadap ayat-ayat-Nya, maka kembali menjadi damai dan tenang setelah ditimpa masalah SEHARUSNYA bukanlah PERKARA YANG SULIT. Tapi lantas kenapa kadang kita sulit sekali merasa damai ditengah-tengah persoalan yang ada ? Padahal Dia sudah jelas berkata pada Al-Baqarah pada 112 :

Barangsiapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada meraka dan mereka tidak bersedih hati.”

Let’s do some reflection shall we ? J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: