Jalan Terus, Bang!

28 Agu

Udah kaya naik ojek lalu tempat yang jadi tujuan ternyata nggak memungkinkan untuk didatangi, lalu berujar, “Jalan terus bang!”. Nggak turun dari ojek, namun tiba-tiba sampai di sebuah tempat lain.

Waktu nggak jadi lagi kuliah ke Turki, gue sempat kehilangan orientasi beberapa hari. Nggak tau apa yang akan dilakukan. Tapi seperti ‘tukang ojek’ gue ini enggan kembali ke pangkalan, kakak gue mendesak gue untuk segera urus segala hal untuk nyusul dia. “Udah lo cepet ambil DELF A1 atau B1 sekarang deh. Cari FLE (diploma bahasa Perancis) terus cari S2 di sini!”. Anjuran itu pun sempet bikin gue maju-mundur. Perancis? Gila, apa? Bahasanya aja udah 3 tahun ga gue denger. Mana grammaire subjonctif dan conditionnelle masih suka kebolak-balik. Ga ngerasa gue akan bisa berkomunikasi dengan bahasa itu, apalagi ngikutin perkuliahan.

Tapi seperti biasa, gue biarkan segalanya mengalir aja. I just do my best, and let’s see the rest. Gue buka website IFI, dan ternyata seminggu kemudian pendaftaran di buka. Mulai kursus lagi dari level A2. Amazing, tiba-tiba gue inget lagi semua.

Searching program FLE dan akhirnya memutuskan untuk ambil di La Rochelle. Searching program S2, nggak punya target apa-apa, tau-tau nemu aja sebuah program multidisiplin yang cukup nyambung. Iseng-iseng mengemail kedua program tersebut, dua-duanya welcome. Still dunno what’s gonna happen, tapi gue ngerasa Universitas di Perancis kali ini lebih ramah daripada Turki. Contohnya, waktu gue hubungi program M2 (Master tahun ke-dua) di Lyon. Gue cerita siapa gue, latar belakang pendidikan, pekerjaan apa yang udah gue lakukan, terus bilang kalo gue tertarik dengan program itu untuk mengasah kemampuan analisis gue. Penanggung jawab program bilang, apa yang gue miliki udah cukup baik untuk melamar program tersebut. Tapi kalo gue mau mulai dari M1, dia juga ngasih gue link ke sebuah program multidisiplin yang nyambung dengan program M2 tadi. Sekilas dari tanggapannya, gue nggak melihat ada kecenderungan persyaratan yang rigid tapi aneh seperti di METU. “Harus punya nilai sekian”, “harus hafal teori ini dan itu”, tapi toh kuliahnya didoktrin juga. Beda dengan universitas di Perancis ini, yang melihat eligibilitas pelamar dari lama pendidikan tinggi yang pernah dijalaninya (4 tahun udah bisa ambil M2, untuk jurusan tertentu) DAN ATAU bobot pengalaman kerja yang pernah ditempuhnya. Pendek kata, gue ngerasa lebih dihargai sebagai individu ^_^

Formulir pendaftaran online yang gue kirim untuk program diploma bahasa dibalas positif oleh Universitas. Langkah berikutnya adalah membayar biaya pendaftaran. Untung, kakak gue juga kuliah di sana. Jadi, kemaren setelah dia daftar ulang untuk program M1 nya, dia juga ngurusin pendaftaran gue.

Sebuah BBM manis muncul di layar BB gue, “Udah ya, udah beres. Besok di proses, terus ngirim attestation (surat tanda penerimaan) via pos kira-kira 2 minggu. Lo langsung urus visa aja dari situ, tapi jangan lupa ke campusfrance dulu, kalo bisa segera dan jangan ngulur2 waktu soalnya orangnya suka ngambek kalo terlalu mepet!”

Wah.

2 Tanggapan to “Jalan Terus, Bang!”

  1. rahmabalcı Agustus 29, 2012 pada 6:25 am #

    huahhhh franceee..hıhıı semoga kalı ını lancar jayaaaaaaa:D

    • aryatidewihadin Agustus 29, 2012 pada 6:46 am #

      Iya maaa.. hehehe semoga masih tetep bisa mampir ke Turki nih!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: