Nonton Habibie & Ainun the Movie

Di hari-hari yang sedikit terganggu kecemasan soal visa, alhamdulilah ada suasana yang bikin kecemasan itu sirna. Buku Habibie & Ainun yang udah diterbitkan ke berbagai bahasa itu  akhirnya naik ke layar lebar, dan akan ditayangkan premiere tanggal 20 Desember besok. Namun, tayangan perdana untuk kalangan VVIP dan internal dilaksanakan kemarin, 17 Desember 2012 di XXI Epicentrum. Lumayan, pulang kantor dapet hiburan gratis. Gue dan beberapa teman kantor lainnya segera meluncur ke Rasuna Said. Kami menonton pemutaran film pukul 19:00, setelah pukul 15:00 sebelumnya dihadiri oleh SBY, kabinetnya, dan undangan-undangan pejabat. Seneng rasanya hari itu kita ‘dimanjakan’, hehehe. Direktur Eksekutif gue tampak seperti “bos kita banget” (kata temen gue), mengantar kita ke dalam studio teater sampe dapet tempat duduk, dan membagikan kita pop-corn 🙂

Awalnya gue dateng hanya karena pengen refreshing. Gue udah tau isi bukunya, secara gue juga yang waktu itu melay-out dummy nya sebelum disempurnakan oleh orang lain. Sempet ada perasaan, ah lebay banget sih si bapak sampe kisah cintanya di filmkan. Aneh aja gitu rasanya ada seorang mantan Presiden kini malah sibuk dalam urusan cinta-cintaan.

Tapi ternyata bukan itu.

Menyaksikan true-story perjalanan hidup seorang pelajar Indonesia, made in Indonesia asli, dari pelajar miskin di perantauan hingga terbawa arus nasib menjadi Presiden yang ditakdirkan untuk membuat keputusan besar yang tidak mudah, itu something.

Menyaksikan seorang pelajar Indonesia, kecil dan imut tapi tubuhnya otak semua dan mengundang decak kagum para profesor, insinyur dan direktur industri kereta api di Jerman serta dunia aeronautika di mancanegara itu juga something.

Lebih merinding lagi adalah menyadari, betapa lurusnya niat berilmu seorang Habibie. Dia menuntut ilmu untuk Indonesia, untuk bangsanya, bukan untuk kebanggaan gelar dan gengsi semata. Apalagi untuk uang!

Ketulusan berilmu itu yang perlu dicontoh oleh banyak pemuda Indonesia. Tulus berilmu untuk membantu bangsanya maju, selamat dan sejahtera. Menaikkan pride Indonesia di mata Internasional.

Gue nangis waktu adegan N250, pesawat hasil buatan insinyur-insinyur Indonesia itu akhirnya mengudara dan landing dengan selamat, lalu krisis ekonomi menerpa dan industri pesawat terbang kita terhempas gara-gara lucutan lintah darah asing dan orang-orang Indonesia yang bermental inlander dan tukang ngiri.

Gue juga geram dengan media massa di jaman awal-awal reformasi yang begitu jahat memfitnah beliau korupsi atau ingin ‘menang sendiri’ lewat industri pesawat terbang. Bodoh banget orang yang bilang beliau korupsi. Orang dengan penghargaan internasional seperti Habibie yang dapat royalti seumur hidup akibat penemuannya di bidang penerbangan mana mungkin segitu rendahnya hingga pengen korup. Prestasi dan achievement dalam keilmuan pasti lah lebih berharga bagi orang seperti itu. Impiannya ingin mewujudkan industri strategi di bidang transportasi massal adalah ide mahal dalam bidang pertahanan. Menghubungkan 17000 pulau, menciptakan lapangan kerja, merangsang pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur.

Gue pun sempet berpikir, banyak pelajar Indonesia yang bermimpi pengen kuliah ke luar negeri karena romantisme ingin melanglang buana, tapi rasanya semakin jarang yang bermotivasi ingin menimba ilmu demi negerinya. Segitu nggak menjanjikannya kah situasi di Indonesia hingga akhirnya pelajar kita ini lebih memilih untuk memikirkan karirnya sendiri? Gue rasa, mungkin jika alumni-alumni luar negeri ini bisa saling bersinergi dan bekerjasama, they can make something big.

Indonesia dan negara-negara Asia lainnya sedang menunjukan performa pertumbuhan ekonomi yang baik dibandingkan negara-negara Eropa. Ini kan kesempatan emas.

Sebenernya, kalo aja film ini bisa digarap ulang dan lebih mengulik lebih lanjut di nasionalisme tadi, wah, keren banget. Tapi ini aja juga udah bikin merinding. Tontonan wajib mahasiswa Indonesia, terutama yang lagi kuliah di luar negeri!

Iklan

5 respons untuk ‘Nonton Habibie & Ainun the Movie

  1. rahmabalcı berkata:

    butuh idealisme kuat buat para pelajar sampai gelar profesor yg nuntut ilmu di LN, buat balik ke indo dan di hargai ilmunya, jd inget seorang profesor indo yg rela balik ke tanah air, pdahal di jepang dia sudah mencapai puncaknya, dgn gaji gede,balik jadi dosen ‘biasa’ dgn gaji ala kadarnya, alasan klasik sebenarnya, krg perhatian tersendiri buat org2 pinter nan cerdas di tanah air, sahabatnya temen jg lulusan s2 teknik dr LN gitu setengah mampus nyari kerja di jakarta, krn levelnya di anggap ‘ktinggian’ akhirnya banting stir buka usaha, ga tau kabarnya skrg. jadi inget jg salah satu dosen di universitas di malaysia*beliau org indo, dulu mati2an nyari dana buat penelitiannya di indo hasilnya nihil berharap sm pemerintah, dianggap sebelah mata, terima tawaran kerja di universitas malaysia, penelitiannya di tanggung , dgn cttn hasilnya jadi atas nama malaysia, lupa beliau neliti di bidang apa, hasilnya benar2 di pakai pemerintah malaysia.

  2. dinamars berkata:

    abis nonton pelem ini mata gue langsung bengkak2, huhuhu… sampe saat ini pun klo gue terngiang2 beberapa adegan di film gue masih suka sesenggukan, heuuu….

    tulus bgt cintanya pak habibie buat istri, bu Ainun beruntung bgt dech 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s