Belajar di Luar Negeri Tanpa Beasiswa

21 Apr

Harus tajir? Nggak juga. Itu yang gue alami setelah 4 bulan berada di Perancis. Ternyata, beasiswa bukan satu-satunya harapan untuk mewujudkan cita-cita sekolah di luar negeri. Dan bukan penghalang bagi mereka yang kebetulan tidak punya status PNS, dosen, mahasiswa terbaik, pekerja LSM, penerima award, dan semua titel-titel yang bikin minder lainnya. Kembali ke titik awal, semua cita-cita bisa terwujud karena adanya kerja keras, niat yang kuat, restu orang tua dan Allah SWT.

Setelah gagal suragal dengan segala jenis beasiswa, apalagi umur terus nambah sampe melewati batas usia syarat penerima beasiswa, apalagi yang bisa gue harapkan selain keajaiban. Toh akhirnya restu ortu itu dateng juga. Dan hanya karena itulah gue bisa berangkat.

Berangkat ke Eropa memang nggak mudah. Pertama, soal visa. Semua harus pas. Alasan keberangkatan harus jelas, bukti kemampuan finansial yang minimal 7000-an Euro itu harus meyakinkan agar kita tidak dianggap imigran yang bakal menyusahkan negara tujuan. Institusi pendidikan yang dituju juga sudah harus menerima kita dan memberikan surat penerimaan. Tempat tinggal juga harus jelas.

Semua itu jadi momok bagi yang tidak punya beasiswa. Tapi kenyataannya, banyak yang sampai sini dengan selamat tanpa beasiswa. Niat dan kerja keras, itu lah yang memudahkan mereka yang berniat menuntut ilmu dengan keterbatasan dana. Seorang teman yang tidak pernah saya sangka bisa sampe sini, ternyata sudah sampe sini duluan dengan segala upaya. Berhasil melobi sekian orang di keluarganya untuk mendukungnya, dia dapatkan pinjaman sementara tujuh ribu euro sebagai modal permohonan visa nya. Ada lagi teman dari negeri Cina, yang punya cerita lebih unik. Di kalangan masyarakat Cina, ada tradisi ‘arisan’ untuk saling membantu secara ekonomi. Arisan tersebut mencakup banyak orang dalam keluarga atau komunitas. Dari arisan bergilir itulah, orang Cina yang tidak mampu bisa menuntut ilmu ke luar negeri. 

“Para pejuang non-beasiswa” ini, kalau boleh saya sebut begitu, justru punya mental bertahan hidup yang lebih dibanding mereka yang secara finansial lebih terjamin. Mereka mencari tempat tinggal sendiri (tentu saja yang lebih murah) dan mengakali pengeluaran mereka dengan berbagai cara. Salah satunya dengan mendaftar program “Un Toit Deux Generations” alias “One Roof Two Generations” yaitu tinggal bersama manula yg sendirian secara gratis. Selain itu, mereka juga mencari pekerjaan. Dari mulai cuci piring di restoran, cleaning service, pelayan, baby sitter, ngamen, dan sebagainya.

Mereka juga lebih cepat membaur di masyarakat lokal, karena itu umumnya bahasa mereka lebih cepat berkembang. Pengetahuan mereka tentang urusan2 administratif juga lebih banyak seperti cara berlangganan telpon, perpanjangan visa, transportasi, dll. Belum lagi bagaimana cara mendapatkan sesuatu dengan lebih murah.

Salut gue kepada freemover ini juga adalah ketekunannya dalam studi, walaupun nggak sempat bersenang2 karena bokek, mereka bertekad untuk lulus karena sudah bayar sekolah🙂

Akhirnya wawasan gue pun bertambah di sini. Beasiswa bukan satu-satunya harapan, dan ga dapet beasiswa bukan akhir dari segalanya🙂

11 Tanggapan to “Belajar di Luar Negeri Tanpa Beasiswa”

  1. rahmabalcı April 21, 2013 pada 5:20 pm #

    nunggu cerita yg ke st etienne ga nongol2 ya:)

  2. Fauzan Kun Mei 1, 2013 pada 10:14 am #

    Salam, Boleh kenal lebih lanjut sama yg punya website? Saya sangat tertarik untuk kuliah ke luarnegeri, tanpa beasiswa karena coba gagal terus…
    azheema19@gmail.com ini alamat email saya, kalo bisa minta waktu buat chat… saya tunggu jawabanya

    • aryatidewihadin Juli 24, 2013 pada 4:33 pm #

      Maaf telat balas, boleh aja kalau mau sharing cerita.

  3. jack tole Mei 8, 2013 pada 11:10 pm #

    cerita ini memotivasi saya untuk juga ingin sekolah ke sana….terimakasih atas ceritanya ya mbak….

  4. aftri Juli 10, 2013 pada 3:14 am #

    Halo, mbak..
    Saya nemu blog ini pas nyari-nyari tentang plastik untuk wrapping.. hihi..
    Isinya menarik dan menginspirasi saya yang sedang galau urusan pindahan, karena insya Allah saya juga akan melanjutkan studi di swedia tanpa beasiswa juga..
    Perjuangan akan dimulai..
    Salam kenal ya🙂

  5. Bud Agustus 15, 2013 pada 7:58 am #

    Aaah saya suka sekali blognya❤ Nemu blog ini ketika lagi browsing pakaian untuk musim dingin🙂 meskipun yang disampaikan hal-hal kecil, tapi menarik dan inspiring🙂 sekarang masih di Perancis Mbak?

  6. the remans September 17, 2013 pada 7:39 am #

    perjuangan yang hebat. salut salut. Mungkin saya bisa mengikuti jejak anda yang kuliah di luar negeri tanpa beasiswa

  7. Feinnaaa November 16, 2013 pada 6:02 am #

    suka banget sama blog ini:D haha. bacanya jadi termotivasi, sama ada yang ngakak ngakakannya (?) aku masih 3 smp tapi udah mimpi mau ke paris ntar kuliah ._. Blog kaka bermanfaat bangeetttt,makasih ya kaaaaa:DD<3

  8. ocibahari Mei 1, 2016 pada 3:15 am #

    waaah seru banget baca blog ini, terimakasih sudah menginspirasi …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: