Jalan-jalan ke Athena, Yunani part 1

Libur semester di minggu terakhir Desember yang lalu, gue diundang teman untuk mengunjungi dia di Athena. Bener-bener rezeki ngga terduga deh, karena dalam keadaan terbatas (terbatas isi dompet maksudnya) kaya gini, gue bisa jalan-jalan ke sudut paling timur Uni Eropa 🙂

Temen gue tinggal di Pallini, kira-kira setengah jam dari Athena. Sebenernya dia teman satu sekolah waktu SD dan SMP dulu, tapi dulu gue nggak begitu kenal. Setelah ketemu lagi di page Facebook alumni, kita jadi sering chatting dan jadi akrab. Dia tinggal di Yunani dan kerja di bidang turisme. Alhamdulillah, tiket pesawat Paris-Athens dibayarin, tempat tinggal dan makan gratis 🙂 Subhanallah, nggak nyangka deh pokoknya.

Hari terakhir ujian yaitu matakuliah Conference Professionnelle, gue udah nggak napsu belajar, bawaan nya udah hawa-hawa liburan aja. Dua jam sebelum ujian malah gue makan-makan dulu di restoran Cina deket kampus, bareng temen-temen satu kelompok matakuliah Developpement d’Entreprise! Haha!

1475851_10151918710588759_878304946_n

Besok sorenya gue berangkat ke Paris naik kereta TGV. Sampai sana jam delapan malam, lalu nginep semalam di kos-kosan teman di daerah Bagnolet. Benar-benar cuma numpang tidur, dan subuh-subuh udah naik bis nomr 51 dari terminal Bagnolet deket kos-kosan menuju bandara. Naik bis pagi-pagi buta di Paris bareng warga pinggiran Paris rasanya tranquille banget. Orang-orang ini mungkin ada yang kerja di bandara, atau mau pulang kampung entah ke negara mana.

Waktu pertama kali naik bus dari Charless de Gaulle menuju Paris, gue naik bis bandara Air France yang mahalnya naujubilah 17-19 Euro kalo gak salah, tapi sampe langsung ke stasiun Gare Montparnasse. Ini memang bis yang direkomendasikan untuk siapapun yang seumur-umur baru pertamakali ke Perancis. Tinggal naik, masukin koper ke lambung bis, dan sampe ke stasiun Montparnasse tanpa harus naik turun tangga metro sambil gotong koper (karena stasiun metro bawah tanah di Paris nggak ada eskalatornya). Dari Montparnasse tinggal naik kereta ke tujuan kota manapun di Perancis. Berhubung gue cuma bawa koper satu dan emang lagi ngirit, maka gue pilih naik bus dalam kota aja, yang cuma 6 Euro dari Bagnolet. Rute bus nya bisa dilihat di sini.

Pesawat gue take off jam 10 pagi menuju Zurich, Swiss, untuk transit selama (ehem! gubrak) 7 jam (maklum tiket harga pelajar, ada aja cobaan nya hihih). Seperti waktu ke Hamburg di musim panas yang lalu, gue merasakan kembali adanya ‘perbedaan antarbangsa Uni Eropa’ ketika meninggalkan Perancis. Selama tinggal di Perancis (paling jauh maen cuma ke St Etienne, Lyon, Nantes dan Paris) gue terbiasa dengan visualisasi ‘orang bule Perancis’ yang notabene orang-orangnya kecil, bermuka tirus (kalo ngga mau bilang bermuka “tikus”) berdagu kecil atau lancip dan wangi-wangi, dan jarang banget yang gendut. Ketika duduk di ruang tunggu penumpang, gue mulai mendengar percakapan dengan multibahasa, yaitu Perancis, Jerman, dan Italia. Oh well, benar juga. Pesawat gue menuju Zurich, dan Swiss adalah negara yang menggunakan 4 bahasa yaitu bahasa-bahasa tadi termasuk Inggris. Penumpang yang berangkat juga ‘bentuknya’ beranekaragam. Yang wajah-wajah Jerman ada, alias dagu kotak dan badan besar, yang wajah-wajah Yahudi banyak, tapi sedikit yang berperawakan Perancis.

Sampe di airport Zurich, untung gue bawa roti bekal. Kalo nggak, bisa bangkrut karena sandwich di sana harganya amit-amit, 8 Euro!!! Di Perancis gue bisa dapet 2 kali menu MacDonald! Untung juga gue bawa laptop, jadi bisa online (walaupun cuma satu-dua jam.. huh pelit), dan laptop gue ada film nya. So, waktu transit yang sepanjang jalan kenangan itu nggak kerasa karena gue lewati dengan makan, liat-liat toko, beli coklat pesenan temen gue, dan nonton ‘Three Idiots’ dari laptop 🙂

Ketika tiba waktu boarding untuk pesawat ke Athena, pas sampe di gate, penumpang yang bersama gue udah beda lagi. Orang-orang Yunani! Wajah mediterania, berkesan lebih ‘hangat’, lebih coklat, lebih brewokan, dan … nggak teratur! Please deh, ini orang-orang nggak kenal kata ANTRI kali ya???

Tapi seru juga waktu gue masuk pesawat dan menatap ke sekeliling…. alamak, gue berasa satu pesawat sama rombongan prajurit-nya raja Leonidas di film 300! SPARTAAAAAAAAAAN!!!

Muka-muka persegi, jidat kaku, hidung lancip persegi, alis mata tebal, mata dalam, bulu mata lentik, rambtu hitam legam. Bahkan cewe-cewenya pun mirip Xena! 😀

Yang paling gue suka kalau naik pesawat adalah mendengarkan ucapan selamat datang dari kru pesawat. Biasanya, mereka akan menyapa penumpang dalam bahasa negara tempat mereka take off, bahasa Inggris, dan bahasa asal maskapai tersebut. Jadi, setelah mendengarkan kru Swiss-Air menyapa kita dalam bahasa Inggris, Perancis, Jerman dan Italia di penerbangan pertama, penerbangan kedua menuju Yunani ini menggunakan bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Italia, dan .. Yunani 🙂

Itu pertamakalinya gue denger tuh bahasa! Dulu gue kira bahasa Yunani itu kaya bahasa-bahasa latin, seperti di buku-buku Biologi itu loh. Segala Oryza Sativa, Fungus, Archimides, de el el. Ternyata nggak.. he he he. Bunyinya terdengar empuk dan hangat! Artikulasinya mirip bahasa Italia, hanya beberapa fonetik terdengar seperti huruf “Dha”, “Dza” dan “Tsa” di bahasa Arab. Intonasinya kadang mendayu-dayu, seperti bahasa Melayu.

Singkat kata, jam 00.10 malam, gue tiba di Athens. Yunani! Di jemput sama temen gue, dan itu adalah pertemuan kita yang pertama dan berlangsung seru sekali! 🙂

IMG_3435

Iklan

2 respons untuk ‘Jalan-jalan ke Athena, Yunani part 1’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s