Semalam di Paris, Piknik di pinggir sungai Seine

25 Apr

Yes, gue absen lama banget dari sejak postingan terakhir. Ngga tau kenapa ini kok jadi ngga disiplin gini nulis nya.

Awal April lalu, gue berangkat untuk magang di Ankara, Turki. Sebenarnya ini nggak tercatat secara resmi sebagai kegiatan magang wajib gue di kampus, tapi karena semester ini memang waktu yang dipersiapkan untuk magang, ya gue tetap pergi. Dari La Rochelle, seperti biasa gue capcus naek TGV ke Paris. Penerbangan gue ke Ankara sebenernya baru besok paginya, sehingga gue kudu nginep dulu semalem di Paris. Berhubung kere, ya ngga mampu lah nginep di hotel paling murah yang semalem aja 30 Euro (mana jauh pula di pinggiran Paris). Untung ada si Imam dan Hestu, temen yang lagi S3 di Sorbonne, dan berbaik hati memberikan tumpangan di residence universitaire nya. “Udahlah lo bermalam di tempat gue aja Wi, daripada lo buka tenda di Charles de Gaulle..” katanya. Asrama pelajar (residence universitaire) di Perancis dikelola oleh badan yang bernama Crous, yang tersebar di seluruh wilayah. Nggak seperti di Turki, asrama pelajar di Perancis lebih teratur dan manusiawi. Ngga ada tuh sekamar kaya di barak yang berisi 6 sampe 8 orangšŸ˜€ Satu kamar studio hanya untuk sendiri, dibawah peraturan yang mengharuskan minimal luas sekian untuk hidup satu orang manusia. Ada juga model double studio yang bisa untuk berdua, dan ini baru gue liat di Paris.Ā 

Sampe Paris jam 8 malem, gue langsung naek metro dari stasiun Montparnasse ke Clignancourt dan dijemput si Imam. Clignangcourt lumayan jauh dari stasiun Montparnasse, dan ternyata itu daerah deket Montmartre. Banyak imigran dan rame dengan pasar/toko-toko asia/arab. Jalan kaki sebentar dari stasiun metro, nyampe deh ke asrama si Imam, yang terletak sebelahan dengan salah satu kampus Sorbonne. Dan gue takjub norak dong ā€¦ GILAK INI ASRAMA CROUS APA GEDUNG BURSA EFEK JAKARTAAAA??? *kagum*

Sayangnya karena malem dan kamera gue belon di charge, gue belon sempet foto tuh gedung. Yang pasti gue kegirangan gitu masuk lobby nya yang macam perkantoran, dan ada mezanine nya, terus naek lift ke lantaiā€¦.. lantai berapa ya kemaren? pokoknya tuh gedung ada kali lebih dari 10 lantai!!! Norak mode on, maklum dari kampung a.k.a La Rochelle, yang asrama Crous nya gedungnya ga gede2 amat.

Malam itu sebenernya Imam dan Hestu janjian untuk ‘piknik’ di pinggir sungai Seine bersama teman2 mereka. Daripada gue cengo sendiri di rumah, akhirnya gue ikut juga deh. Setelah makan dulu di rumah mereka tentunya. Kita terus naek metro lagi ke (lupa namanya) suatu tempat yang ada dermaga untuk canal cruise. Di sepanjang sungai ada cafe, bar dan bioskop. Space lebar untuk jalan kaki digunakan orang2 untuk kumpul duduk2 di pinggir sungai, ‘piknik’ sambil makan/ngemil dan minum2. Ā Temen2 Imam dan Hestu adalah cowo-cowo dari berbagai latar belakang yang mereka sendiri ngga sengaja kenalan lalu jadi suka maen bareng. Ada anak Sorbonne yang lagi S1, ada yang lagi S2/S3, ada yang anak Science Po, ada yang udah kerja di UNESCO, ada orang Itali, satu dari negara Afrika, ada yang orang Lyon dan dari kota lain. Uniknya cowo2 ini geek semuašŸ˜€ Jadi walaupun bertato, ber-piercing, rambut gimbal, tapi obrolannya lucu-lucu. Sambil ngemil keju, kripik, baguette, couscous, coklat, kari (pokoknya semua makanan yang dibawa masing2 pada ngga ada yang nyambung deh) dan minum bir atau wine dan ngerokok (yang ada ganjanya, gue rasa), mereka serius ngebahas hal-hal berikut ini:

– KejuĀ Corsica, menurut komik Asterix, mengandung zat tertentu yang bisa meledak

– Manusia bisa menyelam sampai sekian puluh meter.

– Coklat yang lagi dimakan mengandung sejenis garam. Terus ada yang ngotot bahwa garam itu bukan garam biasa, tapi garam kristal.

– Salah satu dari mereka pasti organ dalamnya ada yang patah dan kudu di x-ray, gara2 kemaren jatoh nyusruk waktu naek sepeda. Dan cowo ini tetep ngotot ga mau ke dokter, tapi tetep aja ngelucu padahal dia sakit dada kalo ketawa.

– Gue nggak boleh makan tempe. Alasannya karena gue ngga minum alkohol, dan tempe adalah produk fermentasi seperti halnya wine. Yang ini of course mereka aja yang resek godain guašŸ˜€

Dua jam ketawa ketiwi di pinggir sungai, lalu kita beberes dan pulang ke rumah masing2. Si anak Science Po sih kayanya lanjut ke bar, tapi ada juga yang milih untuk balik dan tidur.Ā 

Ā 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: