Lulus S2 di Perancis dan Petualangan Baru

1 Okt

Wow. Lama banget absen, it’s been 5 months! Kalau begitu ceritanya di rapel aja lah ya. Banyak sekali hal yang terjadi sejak Januari 2015 sampai sekarang. Hal-hal yang telah berlangsung antara lain:

  1. Akhirnya saya lulus S2
  2. Tesis saya dapat nilai “Excellent”
  3. Permohonan perpanjangan Ijin tinggal saya di Perancis dikabulkan.

Alhamdulillah.

Dengan beberapa teman sekelas yang belum pulang setelah selesai sidang

Perjuangan sampai pada titik ini betul-betul menguras energi dan pikiran. Setelah kurang lebih tiga tahun bertahan dengan situasi kuliah yang tidak ideal (tanpa beasiswa, tanpa kiriman orang tua, dan hanya bertumpu pada pekerjaan kasar sebagai cleaning service di cafe tiap subuh sebelum berangkat ke kampus), eh akhirnya dapet juga nih gelar Master :p .. Ketika presentasi tesis saya berakhir dan profesor memberikan saya nilai diatas 16/20, yang berarti “Tres Bien” atau “excellent”, semua linu-linu di badan ini rasanya hilang. Plong.

Semuanya diawali dengan proses magang yang harus saya ikuti selama 4 bulan sebagai syarat wajib kelulusan. Saya magang sebagai Research Assistant di sebuah think-tank di Ankara, International Strategic Research Organization alias USAK. Selama magang di sana, saya membantu para researcher mengumpulkan data, menulis analisis berita dan juga menulis kolom untuk Journal of Turkish Weekly. Juga membantu mewawancara ahli politik timur tengah dari universitas Sorbonne di Perancis, thanks to my French proficiency, dan menuliskan transkrip serta terjemahannya ke dalam bahasa Inggris. Kadang-kadang saya juga ikut menghadiri pertemuan atau konferensi yang diadakan oleh USAK dan pihak lain.

Tesis saya membicarakan tentang pengaruh bahasa Rusia di Kazakhstan setelah lepas dari Uni Soviet. Pengalaman saya di Turki membuka pergaulan gue dengan bangsa lain, termasuk bangsa Asia Tengah yaitu Kazakhstan. Kolega saya satu ruangan adalah etnis Kazakh yang lahir dan besar di Xinjiang, Cina, dan menikah dengan bangsa Kazakh dari Kazakhstan. Mereka berdua mendapat beasiswa PhD dari pemerintah Turki.

Hari-hari di Turki penuh dengan berbagai kejadian. Salah satunya, kehilangan orang tercinta, hanya selang 3 hari setelah saya meninggalkan Turki menuju Bulgaria. Peristiwa kehilangan itu betul-betul berdampak besar secara fisik dan spiritual. Tapi untungnya, saya tetap bisa menghadapinya. Sehingga pas kembali ke Perancis, walaupun dengan susah-payah, tesis saya yang saat itu belum punya research question pun selesai.

Hari ini, akhirnya surat keterangan perpanjangan ijin tinggal atau l’Autorisation Provisoire de Sejour’ (APS) dari Prefektur (kantor kepolisian wilayah) saya keluar. Langkah selanjutnya adalah perjuangan yang lebih besar.

Mencari pekerjaan.

5 Tanggapan to “Lulus S2 di Perancis dan Petualangan Baru”

  1. rahmabalcı Oktober 1, 2015 pada 5:24 pm #

    lamaaa ga nongol..congrats ya buat masternya..keren euy.., jd tetap di prancis ga balik jakarta?-nanya apa interogasi:D*

    • aryatidewihadin Oktober 1, 2015 pada 9:50 pm #

      Yep, cari duit aja dulu. Rupiah melemah euy, ngga realistis kayanya kalo pulang,

  2. New Rule Oktober 2, 2015 pada 8:12 am #

    congrats!

  3. Binibule.com [Tjetje] Oktober 2, 2015 pada 10:51 am #

    Felicitation ya Dewi. Semoga segera dapat pekerjaan yang diharapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: